Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Beli ban oli dan helm di lazada

Penyebab dan Cara Mengatasi Lampu CHG (Indikator Pengisian) Menyala Terus

Lampu Indikator Pengisian

Lampu indikator pengisian merupakan indikator yang akan menunjukkan kerja dari sistem pengisian atau charging system. Pada umumnya, lampu indikator ini akan menyala beberapa saat ketika mobil baru dihidupkan. Itu menandakan sistem pengisian bekerja dengan baik. 

Lampu indikator pengisian


Sistem pengisian itu sendiri adalah sistem yang berfungsi untuk mengisi power supply ( baterai ) pada kendaraan. Cara kerjanya dengan memanfaatkan energi putaran mesin. Energi tersebut akan diubah menjadi energi listrik. Selain itu mengisi baterai, sistem ini juga mensuplay kebutuhan kelistrikan kendaraan saat hidup. 

Baca juga: Komponen dan Cara Kerja Sistem Pengisian

Pada sistem ini pastinya akan dilengkapi dengan lampu indikator atau lampu CHG. Masalah yang biasa terjadi adalah lampu indikator ini menyala terus. Tentunya lampu CHG  ini mengindikasikan ada masalah pada sistem pengisian kendaraan tersebut. Saat lampu indikator ini menyala terus, biasanya mobil masih bisa hidup. Tapi, kemungkinan tidak akan kuat lagi untuk starter. 


Terdapat beberapa permasalahan yang mungkin terjadi jika lampu indikator aki / pengisian menyala terus. Bisa karena aki, kabel dan soket, atau masalah pada alternator. Segeralah untuk melakukan pengecekan jika hal ini terjadi pada kendaraan anda. Berikut ini penjelasan singkat mengenai penyebab dan cara mengatasi indikator aki menyala. 

Lampu Indikator CHG ( Pengisian ) Menyala Terus

1. Baterai atau aki

Baterai atau aki
Aki mobil

Komponen ini merupakan komponen penting dalam sistem kelistrikan mobil. Baterai merupakan power supply utama sistem kelistrikan. Aki yang kurang sehat bisa juga menyebabkan lampu indikator menyala. Hal ini bisa terjadi karena terminalnya yang berkarat, sehingga pengisian tidak sempurna ( terhalang ). Ataupun aki sudah soak, sehingga tidak mau mengisi. Jika hal ini terjadi, kalian bisa melakukan pembersihan terminal atau bisa juga mengganti aki tersebut. Jika sudah mencapai batas usia pakai. 


2. Sistem Kelistrikan

Kelistrikan
Kabel

Yang dimaksud di sini adalah rangkaian kelistrikan dari sistem pengisian / charging. Di dalam rangkaian pasti ada yang namanya sambungan. Baik itu kabel-kabel ataupun soket. Dalam hal ini bisa terjadi tidak adanya kontinuitas atau sambungan terputus. Baik itu karena soket yang longgar, ada kabel yang putus ataupun konektor aki yang berjamur. Cara mengatasinya adalah dengan memperbaiki bad connecting tersebut. 

Baca juga: Penyebab Indikator Rem Tangan Menyala

3. Alternator

Alternator
Alternator

Komponen ini berupa dinamo yang mengubah energi gerak ( putaran mesin ) menjadi energi listrik. Alternator inilah yang mensuplay kebutuhan listrik saat kendaraan hidup. Normalnya energi listrik yang keluar memiliki tegangan Kisaran 13 V sampai 15 V. Nah, apabila tegangan kurang atau lebih dari kisaran tersebut itu dinamakan undercharged atau overcharged. Ini akan menyebabkan lampu indikator menyala. Cara mengatasinya adalah dengan memperbaiki masalah yang terdapat pada alternator. 


Di dalam alternator itu sendiri terdapat banyak sekali komponen yang bekerja. Komponen-komponen tersebut bekerja untuk menghasilkan energi listrik. Misalnya saja brush/ sikat alternator. Komponen ini memiliki fungsi vital untuk kelangsungan sistem pengisian. Brush merupakan komponen yang habis terpakai. Artinya memiliki waktu pemakaiannya tersendiri. Jika, sudah aus maka perlu dilakukan penggantian. 


Selain itu, ada yang namanya IC regulator. Komponen ini berfungsi untuk menstabilkan arus listrik yang dihasilkan alternator. Tak hanya itu, komponen ini juga yang mematikan lampu pengisian jika alternator bekerja. Jika regulator bermasalah, lampu akan menyala terus. Jika hal ini terjadi, maka kalian harus mengganti dengan yang baru. Ada tanda-tanda terjadi jika pengisian mobil kurang, diantaranya Lampu utama mobil menjadi redup, sistem audio menjadi terganggu, lampu speedometer menjadi redup, klakson tidak berbunyi, power window tidak berfungsi, alarm mobil tidak berfungsi dan bisa menyebabkan mobil tidak bisa distarter.

Baca juga: Penyebab lampu Indikator ABS yang Menyala

4. Fan belt / Drive belt

Fan belt
Drive belt

Fan belt merupakan penyalur tenaga dari mesin untuk memutar pully alternator. Komponen ini juga memiliki masa pakai. Karena terbuat dari campuran serat karet, maka lama-kelamaan akan getas. Hal ini dapat menyebabkan fan belt putus. Jika sudah putus, maka alternator tidak akan berputar dan pengisian tidak akan ada. Ini akan menyebabkan indikator aki menyala. Cara mengatasinya adalah dengan mengganti part tersebut. 


Selain menggerakkan alternator, fan belt juga menggerakkan komponen lain seperti Waterpump dan kompresor AC. Jika fan belt putus, tidak hanya menyebabkan indikator aki menyala. Tapi juga menyebabkan AC tidak dingin dan bisa terjadi over heat. Karena Waterpump tidak berputar. Jadi, selalu periksa komponen tersebut.  jika sudah retak-retak segera ganti.

Baca juga: Dasar-Dasar Kelistrikan pada Mobil

Beberapa penyebab diatas merupakan masalah umum yang biasanya terjadi, jika lampu indikator aki menyala. Tidak menutup kemungkinan penyebab lain. Selalu jaga kondisi kendaraan anda. Rutin dalam servis agar indikasi-indikasi kecil yang dapat menyebabkan masalah dapat ditanggulangi. Seperti pengganti part-part tertentu yang sudah mencapai masanya. Sekian penjelasan singkat kali ini. Semoga bermanfaat.

Farid Ans
Farid Ans Penulis artikel di ThisAutos.com

Posting Komentar untuk "Penyebab dan Cara Mengatasi Lampu CHG (Indikator Pengisian) Menyala Terus"