Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Beli ban oli dan helm di lazada

Sistem Starter : Fungsi, Komponen dan Cara Kerja Sistem Starter

 SISTEM STARTER

sistem starter


1. Konstruksi Sistem Starter

Sistem Starter ialah sebuah rangkaian mekatronika yang berperan memutar poros engkol memakai energi listrik ketika akan menghidupkan mesin.


Peranan khusus sistem starter untuk gantikan peranan manual starter atau kick starter pada mesin sepeda motor. Sistem ini mencakup serangkaian mekanikal untuk memutar flywhel dan serangkaian elektrikal sebagai tenaga untuk menggerakan motor.


Motor starter bekerja dengan mengganti energi listrik jadi energi mekanik. Proses ini manfaatkan kaedah fleming left hand. Yang mengeluarkan bunyi, "jika ada arus listrik yang mengairi konduktor, smentara konduktor itu berada di dalam medan magnet. Karena itu konduktor itu akan tergerak sama sesuai garis gaya magnet yang diperlihatkan dengan kaedah tangan kiri fleming ".


Dari kaedah itu, selanjutnya diatur sebegitu rupa supaya arah berkebalikan hingga gaya yang dibuat berkebalikan. Karena diletakkan pada suatu kutub mengakibatkan gaya putar yang berkesinambungan. Konsep ini sama dengan konsep motor starter secara umum dan nyaris menyamakan konsep kerja generator tetapi perbedaannya, generator mengganti energi mekanik jadi listrik sedang motor starter bekerja sebaliknya.

Baca juga : Sistem Pengapian Konvensional dan transistor

Pada dasarnya sistem starter berfungsi untuk memutar mesin. System starter ini umumnya menggunakan motor DC yang menggunakan arus dari baterai sebagai sumber tegangan. Motor tersebut akan berputar ketika kunci kontak diputar ke posisi ST (START). Momen puntir motor starter disalurkan melalui pinion gear pada starter motor ke gigi-gigi flywheel yang melekat pada crankashaft. Ketika mesin di-start, torsi dalam jumlah besar diperlukan untuk menekan campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder mesin, dan mengatasi resistansi kekentalan oli mesin dan beban lainnya. Oleh karena itu arus dalam jumlah besar (150A - 200A) harus mengalir melalui motor starter, sebagai konsekuensinya baterai harus terisi penuh.

Komponen sistem starter


2. Cara kerja sistem starter


> Ignition switch: OFF
Ignition switch: OFF

Ketika kunci kontak diposisikan ke "OFF", contact terbuka oleh karena adanya pegas, hal ini untuk mencegah arus mengalir ke motor sebelum waktunya.

Baca Juga : Sistem Pelumasan pada mobil

> Ignition switch: ST Position
Ignition switch: ST Position

(Saal kunci kontak dirubah ke posisi ST) Dengan digerakkan kunci kontak ke posisi ST, arus mengalir dari baterai melalui terminal S ke shunt coil dan series coil. Hal ini menyebabkan core menjadi magnet dan menarik plunger ke kiri. Gerakan plunger mengantarkan pinion melalui shift lever, sehingga pinion bergerak ke sebelah kanan dan mulai berkaitan dengan ring gear. Sebelum kontak terminal B dan M tertutup, arusnmengalir ke series coil kemudian masuk ke motr. Oleh karena itu motor mulai berputar dengan perlahan.




> Ignition switch: ST Position


(Saat engine sedang cranking)

Ignition switch: ST Position

Oleh karena plunger tertarik penuh, contacts tertekan dan berhubungan penuh. Situasi ini menghubungkan terminal B dan terminal M, dan arus dalam jumlah besar (biasanya 150A-200A) mulai mengalir ke motor. Kemudian motor mulai berputar dengan cepat.


Pada saat bersamaan, pinion berkait penuh dengan ring gear dan memutar mesin dengan kekuatan penuh. Arus tidak akan mengalir ke series coil ketika kontak terminal B dan M sedang berhubungan penuh. Kontak masih tetap berhubungan dengan mengandalkan kemagnetan pada shunt coil.


Note: ketika terminal B dan M terhubung, arus mengalir melalui kedua terminal karena keduanya tidak memiliki nilai resistansi yang berarti, sehingga arus tidak mengalir ke series coil karena nilai resistansinya lebih tinggi.

Baca juga : Sistem pendingin radiator pada kendaraan

> Ignition switch: ST Position to ON position
Ignition switch: ST Position to ON position

(saat kunci kontak dirubah dari poisi ST ke ON) Ketika kunci kontak diubah dari ST ke ON, setelah mesin hidup, arus mengalir melalui series coil pada arah sebaliknya, hal ini juga menyebabkan kemagnetan antara series coil dan shunt coil bersifat netral karena saling mnghilangkan. Hasilnya plunger kembali ke posisi semula karena adanya gaya dari pegas pengembali. Kembalinya plunger ke posisi semula menyebabkan pinion dan ring gear tidak berhubungan, pada saat yang bersamaan kontak terminal B dan M menjadi terputus karena gerakan plunger tersebut.


Farid Ans
Farid Ans Penulis artikel di ThisAutos.com

Posting Komentar untuk "Sistem Starter : Fungsi, Komponen dan Cara Kerja Sistem Starter"